Upaya Malang menjadi "Smart City" pada tahun ini diwujudkan dengan peluncuran sedikitnya 65 area "hotspot" (jaringan internet nirkabel) yang tersebar di berbagai sudut kota, termasuk kawasan Alun-alun Merdeka.
Walikota Malang, Peni Suparto, usai peluncuran "hotspot" tersebut, Jumat, mengatakan, internet yang pada masa sekarang sebagai pengganti media cetak seperti koran harian cukup penting, sebab internet tidak hanya menjelajah area lokal tapi juga mampu menjelajah dunia.
"Dengan adanya puluhan lokasi titik `hotspot` ini, kami berharap masyarakat tidak lagi gagap teknologi dan minimal bisa mengoperasikan internet. Bahkan menjadi kebutuhan dalam mengakses informasi semua bidang, termasuk isu-isu global yang sedang berkembang," katanya di Malang.
Selain meluncurkan 65 titik area "hotspot" yang didukung oleh PT Telkom Malang itu, juga diluncurkan website DPRD Kota Malang yakni www.dprd.malangkota.go.id yang bisa diakses oleh masyarakat luas.
Ke-65 area "hotspot" yang tersebar di wilayah Kota Malang tersebut diantaranya di halaman Balaikota Malang, DPRD Kota Malang, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Alun-alun Merdeka, rumah dinas walikota, Jln. Ijen Boulevard dan gedung Politeknik Kesehatan (poltekes) serta gedung pusat informasi wisata merdeka.(Copyright © 2007 ANTARA)
Saturday, September 8, 2007
Malang Menuju "Smart City" dengan 65 Area "Hotspot"
posted by
abu shafa
pada
14:22
0
comments
Labels: teknologi
Nokia Perkenalkan Lima Ponsel Terbaru
Nokia perkenalkan lima ponsel berteknologi Code Division Multiple Acces (CDMA) terbaru di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
"Nokia 7088 desain sliding cocok bagi profesional yang stylish dan modern, Nokia 6088, Nokia 2505, Nokia 1325 dan Nokia 1265, merupakan produk terbaru teknologi CDMA," kata Product Marketing Manager Nokia Indonesia, Dominikus Susanto, dalam acara perkenalan produk di Manado, Jumat.
Koleksi CDMA menawarkan konsep ponsel masa kini, tidak hanya menghadirkan fungsi tetapi juga desain modern dan dinamis mengikuti perkembangan terbaru.
"Bagi pengguna yang menyukai koleksi L`Amour elegan dan penuh warna, Nokia hadirkan tipe 7088, merupakan produk ponsel CDMA pertama mengadopsi konfigurasi geser (sliding)," kata Dominikus.
Sedangkan bagi pemula, Nokia menawarkan tipe 1325, 1265 dan 2505 yang memiliki desain lipat yang mudah digunakan dan tetap elegan dengan mengkombinasikan desain apik dan fitur cukup lengkap dan terkecil.
"Nokia 1325 dan 1265, hadir dengan desain lebih sederhana, mengusung desain candybar yang ramping namun tetap gaya, dengan menggunakan user interface dan tombol empat arah," kata Dominikus.
Kehadiran Nokia seri terbaru tersebut, kata Dominikus, selain memberikan kepuasan bagi pengguna ponsel, juga ingin pertahankan pasar Nokia ditengah persaingan makin ketat produsen ponsel di seluruh dunia.
"Nokia merupakan pemimpin dalam mobilitas, menggerakan transformasi dan perkembangan konvergensi industri internet dan komunikasi, dengan rangkaian perangkat bergerak, musik, bernavigasi, video, televisi, gambar, permainan, serta mobilitas bisnis," kata Dominikus.(antara)
posted by
abu shafa
pada
14:17
0
comments
Labels: gadget
Menristek Dorong Riset Teknologi 'Fuel Cell' Berbasis Lokal
Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman, mendorong peneliti di Indonesia untuk lebih menggalakkan riset tentang teknologi "fuel cell" berbasis lokal agar dapat diterapkan secara efektif di tanah air.
"Saya mendorong peneliti di Indonesia untuk mengambil langkah strategis untuk mendapatkan teknologi 'fuel cell' di Indonesia. Fakta menunjukkan, produksi 'fuel cell' dari Jepang, Korea, dan China akan memasuki pasar dalam jumlah yang besar di masa mendatang," katanya dalam pidato sambutan di acara seminar tentang teknologi "fuel cell" di Jakarta, Jumat (7/9).
Teknologi "fuel cell" itu sendiri adalah teknologi pembangkit energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbarukan dengan menggunakan alat konversi energi elektrokimia yang mengubah energi kimia dari hidrogen dan oksigen ke dalam energi listrik dan panas melalui reaksi reduksi.
"Fuel cell" merupakan teknologi yang ramah lingkungan karena hasil samping dari reaksi reduksi elektrokimia yang dikerjakannya adalah air.
Menristek menuturkan, inovasi seharusnya diambil dari sumber daya lokal antara lain dalam pembuatan "membran electrode assembly" (MEA) yang merupakan kunci dalam proses konversi energi dari energi kimia menjadi energi listrik.
Berbagai usaha, ujar Kusmayanto, telah diupayakan untuk mengganti material dari komponen "fuel cell" dengan memakai material lokal dan proses fabrikasi lokal.
"Dengan upaya seperti itu, sektor riset dan teknologi di Indonesia akan memainkan peranan yang penting dalam komersialisasi 'fuel cell' yang berdasarkan produk dalam negeri," katanya.
Menurut peneliti Pusat Teknologi Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Eniya Listiani Dewi, pihaknya telah berhasil mengembangkan material "fuel cell" antara lain membran yang dibuat dalam beberapa variasi material.
Eniya memaparkan, membran hidrokarbon bermaterial lokal yang telah dihasilkan itu dapat menurunkan biaya sebesar 85 persen dari membran komersial.
"Berbagai penerapannya seperti kendaraan dengan teknologi 'fuel cell' diperkirakan akan memasuki pasar pada tahun 2010-2015, yang pasarnya diproyeksikan setara dengan 2,6 miliar dolar pada tahun 2012," katanya.
Sedangkan pembicara lainnya, Manajer Senior PT Honda R&D, Takashi Moriya, mengemukakan bahwa kendaraan berteknologi "fuel cell" dengan bahan bakar hidrogen adalah kendaraan yang sangat menjanjikan bagi generasi mendatang.
Menurut Takashi, salah satu kunci penting dalam penyebaran kendaraan "fuel cell" berbahan bakar hidrogen adalah dengan menyediakan dan meningkatkan infrastruktur hidrogen. antara
posted by
abu shafa
pada
14:11
0
comments
Labels: teknologi
KO SAN, Bawa Misi 18 Penelitian di Ruang Angkasa
Tanggal 5 September 2007 adalah saat yang paling membahagiakan Ko. Saat itulah dia mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam sejarah Korsel.
KO dipilih menjadi warga Korea Selatan pertama yang berkesempatan berpetualang ke luar angkasa. Kesempatan istimewa itu akan dirasakan Ko pada April 2008, ketika dirinya menumpang pesawat ulang-alik Soyuz TMA-12 milik Rusia menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
”Saya sangat bahagia mendapat kesempatan ini dan terima kasih banyak,” kata Ko, 30. Ko mempersembahkan ucapan terima kasih khusus bagi ibundanya tercinta yang telah membantu dan mendukungnya hingga mencapai sukses seperti sekarang.Lajang ini pun memuji ibundanya karena telah membesarkan dia dan saudarinya seorang diri. Ayah Ko telah meninggal dunia sejak dirinya masih bocah.
Betapa tidak,Ko berhasil menyisihkan 36.000 pelamar yang ikut pemilihan astronot pertama Korsel sejak tahun lalu, hingga terpilih menjadi dua kandidat. Astronot cadangan Ko adalah Yi So-yeon, 29, seorang mahasiswi PhD bidang nanoteknologi. Kedua kandidat terpilih masih harus mengikuti latihan di pusat pelatihan astronot Gagarin di Rusia sebelum salah seorang dipilih untuk terbang bersama Soyuz. Jika Ko, seorang peneliti di Institut Teknologi Maju Samsung, mendapat halangan, maka Yi-lah yang akan menggantikannya.
”Ko sudah membuktikan bahwa dirinya nyaman berkomunikasi dengan kosmonot Rusia. Selain itu, dia mencatat nilai lebih tinggi dalam uji coba kebugaran tubuh dan eksperimen ilmiah,” kata Wakil Menteri Sains Korsel Chung Yoon. Keunggulan fisik Ko ketimbang Yi mungkin berkat hobi bertinju dan naik gunungnya. Dan ternyata, Ko merupakan seorang mantan petinju nasional amatir yang pernah meraih medali perunggu dalam kejuaraan tinju pada 2004 lalu.
Kedua astronot terpilih ini sudah menjalani pelatihan baik di Korsel maupun di Rusia sejak awal tahun ini.Mereka berdua resmi dipilih pada 25 Desember tahun lalu. Selama sepekan di ISS nantinya, Ko, pria yang dilahirkan pada 19 Oktober 1976 di Busan ini, akan mengadakan sekitar 18 penelitian dan eksperimen ilmiah didampingi dua kosmonot Rusia.
”Saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan misi ini,”tandas Ko. Salah satu bentuk penelitian ilmiah Ko di ISS nantinya adalah terkait dengan makanan favorit masyarakat Korsel,yaitu kimchi,makanan nasional terbuat dari kol yang difermentasi dengan beragam bumbu rempah-rempah.
Badan Riset Makanan Korsel ingin mengembangkan kimchi agar dapat menjadi makanan konsumsi di luar angkasa. Sementara itu, penelitian lainnya adalah soal dampak lingkungan bebas gravitasi terhadap tubuh manusia dan pertumbuhan organisme bernyawa. Dengan ini, Ko akan menjadi warga Asia keenam yang berhasil menuju luar angkasa. Pemerintah Korsel sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Rusia mengenai kerja sama ini.
”Proyek ini mendapat dukungan khusus dari Presiden Korsel Roh Moo-hyun,serta bertujuan mempererat hubungan antara Rusia dan Korsel,” kata Humas Badan Antariksa Federal Rusia Igor Panarin. Proyek ini,100% didanai Seoul. Ko merupakan seorang wakil negara yang dipersiapkan pemerintah Korsel untuk menjadi pionir dalam pengembangan riset luar angkasa. Seoul sadar, mereka masih tertinggal di bidang teknologi antariksa dibandingkan negara- negara maju.
”Sekarang ini kami memang kekurangan teknologi untuk mengembangkan pesawat ulang-alik Korsel untuk dikirim ke luar angkasa. Untuk itu, kami percaya dengan berinvestasi pada sumber daya manusia lebih efisien untuk mempercepat proyek riset luar angkasa kami,” kata Chung. Tidak tanggung-tanggung, untuk membiayai proyek pengiriman Ko ke ISS serta melatih kedua astronot terpilih, Korsel rela mengeluarkan dana lumayan besar, yaitu sekitar USD20 juta.
Lulusan Seoul National University yang berspesialisasi pada teknologi inteligensi buatan tersebut memiliki rencana ambisius setelah kepulangannya dari ISS. Dia ingin sekali mendalami teknologi robot, yang sesuai dengan bidang spesialisasinya. Korsel berencana meluncurkan roket luar angkasanya tahun depan dan menjadi negara kesembilan yang melakukannya. Badan Antariksa Korsel pun hampir merampungkan pembangunannya. Konstruksi fasilitas senilai USD285 juta tersebut dimulai sejak 2000 lalu. (berbagai sumber/tri subhki r)
posted by
abu shafa
pada
08:54
0
comments
Labels: teknologi
Friday, September 7, 2007
Nokia Serius Bisnis Asesoris Ponsel
Nokia mulai serius menangani bisnis asesoris ponsel ditandai dengan peluncuran produk gadget terbarunya Nokia 330 Auto Navigation yaitu perangkat navigasi Personal Navigation Device (PND).
"Kita sekarang fokus pada produk asesoris, juga asesoris multimedia yang bisa meningkatkan pengalaman orang terhadap multimedia," kata Manager Bisnis Multimedia PT Nokia Indonesia, Usun Pringgodigdo dalam acara peluncuran Nokia 330 di Jakarta, Rabu.
Usun mengatakan pihaknya akan memfokuskan produk asesoris terutama dalam tiga hal yaitu perangkat navigasi, perangkat bluetooth dan asesoris Car Kit.
Sedangkan gadget navigasi yang terbaru dari Nokia yaitu Nokia 330 merupakan perangkat navigasi dengan penerima sinyal GPS (Global Positioning System) yang dilengkapi peta digital Navy-G dari Solo Map mencakup kota-kota di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan.
Perangkat dengan tampilan layar sentuh 3,5 inch dan sistem suara bantu ini dilengkapi dengan penyimpanan 1GB memory card yang dapat di-upgrade 2GB dan akan dijual dipasaran dengan harga Rp4,5 juta.
Pada kesempatan yang sama, Nokia juga meluncurkan produk asesoris mobil yiatu Nokia CK-15W, CK-20W, Nokia HF-33W, dan Nokia HF-300.
Nokia CK-15W adalah handsfree car kit dengan konektivitas bluetoot yang dilengkapi dengan layar berwarna untuk kemudahan pengoperasian, juga terdapat phonebook donwload yang memudahkan dalam panggilan telepon.
Sedangkan Nokia CK-120W merupakan handsfree car kit dengan konektifitas bluetooth yang mendukung teknologi A2DP sehingga dapat mendengarkan musik dalam ponsel lewat speaker unit dalam perangkat ini.
Untuk Nokia HF-33W juga handsfree car kit yang dapat digunakan dengan menancapkan pada lighter mobil, dengan dilengkapi oleh DSP (Digital Sound Processing) untuk mengurangi suara bising dan gema.
Dan Nokia HF-300 merupakan speakerphone yang handsfree car kit dengan dilengkapi clip untuk diikatkan pada sunvisor mobil. (ANTARA)
posted by
abu shafa
pada
19:41
0
comments
Mobile-8 Hadirkan Layanan Konten Berbasis Brew
PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator produk CDMA Fren, mengumumkan untuk menyediakan layanan data nirkabel content berbasis solusi Brew dari Qualcomm pada akhir tahun 2007 di Indonesia.
Mobile-8 akan menjadi operator pertama di Indonesia yang menggunakan solusi Brew, dan untuk tahap pertama akan tersedia di berbagai handset ponsel low end Mobile-8 yang telah dilengkapi teknologi generasi ketiga, kata Chief Commercial Officer for Marketing and Strategy Mobile-8, Loh Ket Jiat dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
"Kami melihat solusi Brew sebagai `platform aplikasi yang paling kuat dalam menyediakan layanan data nirkabel terkini. Kami bekerjasama dengan Qualcomm dan Jatis dalam mengembangkan handset berbasis Brew bagi pelanggan kami," kata Loh Ket Jiat.
Dalam jumpa pers tersebut, Loh Ket Jiat didampingi oleh Head Of Product Development PT Mobile-8 Telecom Tbk Ronald Simanjuntak, Senior Director and Country Manager of Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha dan Technology Director of Jatis Group Izaak Jenie.
Loh mengatakan, dengan kerjasama tersebut, pihaknya mengundang vendor handset ponsel dan penyedia content untuk bersama-sama mengembangkan Brew.
Senior Director and Country Manager of Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha mengatakan dengan menggunakan tehnologi Brew, handset ponsel low end dapat melakukan berbagai aplikasi seperti handset high end GSM, seperti push email dan akses berita terkini.
"Dengan Brew ini, pengguna bisa mengakses dan mendownload email, bisa mengakses berita, bisa mendownload ring tone, " kata Harry.
Harry mengatakan tehnologi Brew telah digunakan oleh operator CDMA di negara-negara seperti Jepang dan Amerika dan platform Brew ini telah ada secara default dalam chipset handset Mobile-8 yang dikeluarkan oleh Qualcomm.
Sedangkan Head Of Product Development PT Mobile-8 Telecom Tbk Ronald Simanjuntak, mengatakan, aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna ponsel di Indonesia adalah untuk ringtone dan games.
Ronald mengatakan pihaknya telah menghabiskan 300.000 dolar Amerika dari Capex Mobile-8 tahun 2007 sebanyak 125 juta dolar Amerika untuk membangun infrastruktur Brew ini.
"Itu investasi awal di luar untuk konten," kata Ronald sambil menambahkan tarif layanan untuk berbagai aplikasi dari Brew tersebut tidak akan lebih mahal dibandingkan yang ditawarkan oleh operator atau Content Provider yang ada.(*)
Copyright © 2007 ANTARA
posted by
abu shafa
pada
19:22
1 comments
Thursday, September 6, 2007
Operator Telekomunikasi Saling Perang Harga
Saat ini persaingan antar operator telekomunikasi di Indonesia sangat ketat dan terjadi perang harga di antara mereka, sehingga kekhawatiran adanya persekongkolan pada industri ini sepertinya tidak terjadi di pasar.
"Sehingga tentu saja secara umum masyarakat diuntungkan dengan perkembangan baru tersebut baik karena harga yang terus-menerus turun dan pelayanan yang bersaing antara satu operator dengan operator lain," kata pengamat ekonomi Sri Adiningsih dalam hasil penelitiannya yang diperoleh di Jakarta, Rabu.
Adiningsih, anggota Tim Peneliti "Restructuring the Telecommunications Industry: An Assessment on Industry Structure after Duopoly in Indonesia" (Restrukturisasi Industri Telekomunikasi: Sebuah Penilaian Struktur Industri setelah Duopoli di Indonesia tahun 2007" mengatakan, bahkan dari promosi yang dilakukan operator telepon terlihat tarif promosi yang ditawarkan luar biasa murahnya.
Perkembangan akhir-akhir ini bahkan menunjukkan persaingan dengan menawarkan pulsa ataupun layanan pesan singkat (SMS) gratis dengan kondisi tertentu juga terjadi. Hal ini wajar pada tahap awal perkembangan pasar yang masih mencari keseimbangan, katanya.
Hasil penelitian yang dikeluarkan Agustus 2007 itu menyebutkan, berdasar data Oktober 2006 PT Bakrie Telecom (Esia) adalah operator yang menerapkan harga murah (Rp50 per menit antar pelanggan "on-net"-operator yang sama), dan Rp800 per menit untuk panggilan ke pelanggan "off-net" (dengan operator lain).
Sedangkan untuk telepon bergerak, PT Mobile-8 (Fren) tarifnya Rp275 untuk menit pertama dan Rp14 untuk tiap menit berikutnya untuk "on-net", dan Rp800 per menit untuk panggilan "off-net".
"Jelas dapat dilihat bahwa kedua operator tersebut menggunakan strategi tarif murah untuk menyaingi pesaingnya. Jadi dapat dilihat bahwa `new comer` (pendatang baru) menggunakan tarif rendah untuk penetrasi pasar. Demikian juga pemain lama (`incumbent`) juga tidak mau kalah, mereka menerapkan hal yang sama. Sehingga perang harga antar operator tak terelakkan," katanya.
Selain itu tarif promosi juga banyak dilakukan oleh operator, diantaranya PT Excelcomindo Pratama menurunkan tarifnya sebesar kira-kira Rp149 per 30 detik, sementara Simpati (PT Telkomsel) memberlakukan tarif Rp300 per menit untuk pelanggan yang melakukan panggilan antara pukul 23.00 hingga 07.00.
PT Indosat (Mentari) bahkan memberikan gratis kepada pelanggan yang melakukan panggilan antara pukul 00.00 hingga 05.00. Gambaran tersebut mengindikasikan bahwa industri telekomunikasi baik untuk jaringan tetap tanpa kabel dan seluler di Indonesia pada saat ini telah memasuki situasi "perang tarif", sementara para operator baru berusaha memaksimalkan kapasitas jaringan yang dimilikinya.
Perkembangan akhir-akhir ini bahkan menunjukkan perang tarif yang semakin gencar sehingga banyak operator yang menawarkan berbagai keuntungan seperti antara lain roaming gratis, tarif telepon interlokal sama dengan tarif lokal, dan bonus pulsa.
Adanya perang tarif antar operator tersebut menyebabkan tarif telepon seluler cenderung mengalami penurunan. Kecenderungan turunnya tarif seluler sebagai akibat perang tarif antar operator mengindikasikan bahwa persaingan antar operator seluler semakin ketat.
Hingga saat ini di Indonesia telah hadir 10 operator yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo (XL), Hutchison (3), Sinar Mas Telecom, Sampoerna Telecommunication, Bakrie Telecom (Esia), Mobile-8 (Fren), dan Natrindo Telepon Selular (sebelumnya Lippo Telecom).
Dari jumlah ini, pelanggan "fixed phone" sekitar 9 juta dan pelanggan selular 64 juta pada 2006. Kalau dibagi berdasarkan platform yang digunakan, pemakai GSM selular sebanyak 88%, CDMA selular 3%, dan CDMA fixed wireless access (FWA) 9%.
Namun dari sepuluh operator itu hanya 3 operator yang memiliki pangsa pasar lebih dari 5% yaitu Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan antar operator di Indonesia mengalami peningkatan. Sementara para pelanggan telepon seluler juga menikmati manfaat dari persaingan tersebut. (kpl/rit/kapanlagi)
posted by
abu shafa
pada
12:05
0
comments
Labels: gadget

